Senin, 15 September 2014

Gemparnya Desa Dukuh



Desa Dukuh tengah gempar dengan isu pocong yang menghantui desa.Setiap tengah malam pasti ada yang mengetuk pintu rumah warga dan ketika dibuka tidak ada seseorang pun yang muncul.Ada kabar bila yang mengetuk pintu warga itu adalah pocong yang tengah menghantui.”Itu adalah pocong nya cak Rohmat,dia kan meninggal tak wajar” Ujar pak Ilham ketika tengah ikut meronda.”Jangan seperti itu pak,meskipun begitu.Beliau sudah tenang di alam sana.Mana mungkin ia muncul dan menghantui kita yang masih hidup.” Bantah Pak Rohim dengan menepuk pundak  pak Ilham.”Tapi sudah ada bukti lho pak.Kata Pak Ma’ruf pocong itu muncul di area kuburan Cingkareng dekat cak Rohmat dikuburkan.” Bantah Pak Ilham mempertahankan pendapatnya.”Terserah pak Ilham saja.Kalau say amah belum percaya bila itu adalah pocongnya cak Rohmat.” Sahut pak Rohim dengan duduk di sebuah kursi panjang dekat pak Ilham duduk.”Terserah pak Rohim saja.” Ucap Pak Ilham dengan menatap tak suka.Terlihat pak Rohim hanya tersenyum menanggapi tetangganya itu.
Keesokan harinya….
Terlihat Ikhmal berjalan menuju ke sekolahnya bersama beberapa temannya,yaitu  Rian,Firman,Eka,Ahmad,dan Badrul.”Ri,tahu nggak katanya cak Rohmat itu adalah pocong yang selama ini tengah menghantui desa kita.” Ucap Ikhmal dengan berjalan didekat Rian.”Ahh.. Itu hanya ilusi.” Jawab Rian santai.”Tapi benar juga,kemarin saat aku dan Ayahku lewat kuburan Cingkareng ketika baru pulang dari kota.Aku melihat sekelebat bayangan di bawah pohon ringin tengah kuburan Cingkareng.Bukannya itu adalah tempat dimana cak Rohim dikuburkan ?” Sahut Badrul dengan mengingat ingat kejadian semalam bersama Ayahnya.”Mungkin itu hanya ilusimu saja,drul” Jawab Rian dengan santai.”Ah,kamu mesti kagak pernah percaya” Ucap Ikhmal dengan merangkul Badrul.”Apa apaan sih .” Protes Badrul ketika Ikhmal merangkulnya.”Hehehehe” Tawa Rian dengan cekikikan.
Saat pulang sekolah…
Ikhmal dan kawan kawannya pulang bersama kembali.Hari ini mereka pulang telat karena ada kegiatan pramuka disekolah mereka.”Ka,gimana nih.Ini udah mau maghrib.Kita kan pulang mesti lewat kuburan Cingkareng.Kalau ketemu ama pocong gimana ?” Tanya Ikhmal dengan ketakutan sendiri.”Percaya aja sama yang diatas.mal” Jawab Eka dengan menggandeng tangan Ikhmal.Tangan Ikhmal terasa sangat dingin.”Kamu ketakutan toh mal ?” Tanya Firman dengan menahan tawa.”Ishh… Apa apaan sih kau ?” Protes Ikhmal dengan memegang erat lengan Eka.Terlihat Eka hanya menahan tawa melihat kelakuan Ikhmal yang ketakutan.”Hei lihat kuburan Cingkareng  sudah kelihatan” Ucap Ahmad dengan menunjuk ke arah kegelapan dengan penerangan yang cukup remang remang.”Ishh… Jangan lewat disitu.Kita putar balik saja.Lewat desa sebelah..!!” Ucap Ikhmal semakin ketakutan dengan menarik Eka,Ahmad, dan Rian untuk putar balik.”Hei…!! Ayolah,kita lewat sini saja.Jaraknya kan lebih dekat dengan desa kita.” Paksa Rian dengan menarik kembali Ikhmal.”Ha….!!!” Teriak Ikhmal dengan menangis.Namun,terlihat Rian dan kawan kawannya menarik paksa Ikhmal untuk lewat ke kuburan CIngkareng.”Aku takut..!!” Teriak Ikhmal dengan menangis semakin menjadi jadi.”Ayo,tidak ada apa apa.” Ucap  Ahmad dengan berusaha menarik lengan Ikhmal.“Oh tidak jangan paksa aku…!!” Ucap Ikhmal lagi mencoba untuk mengelak.Tapi percuma saja,kekuatannnya kalah dengan kelima orang temannya.
Saat melewati kuburan CIngkareng,suasana terasa sangat sepi.Suara jangkrik sama sekali tidak terdengar.Pandangan Badrul tiba tiba menuju ke arah pohon beringin.”Ada pocong…!!!” Teriak Badrul lalu berlari sekencang kencangnya diikuti oleh Rian,Ahmad,dan Firman.Sementara Eka yang juga berusaha lari malah ditahan oleh Ikhmal yang ketakutan.”Hei…!! Ayo lari…!!” Bentak Eka mencoba menyadarkan Ikhmal yang ketakutan.”Aaaa…..!!!!” Teriak Ikhmal dengan berlari meninggalkan Eka.”Hei…!! Kau benar benar sialan..” Umpat Eka ketika Ikhmal meninggalkan dirinya.Dengan segera Eka menyusul Ikhmal lari.
Keesokan harinya…
Ketika pulang sekolah.Hari ini Ikhmal dan kawan kawan pulang terlambat lagi.Mereka bahkan pulang lebih malam daripada yang kemarin.Mereka terlihat berjalan berbaris ketika melintasi kuburan Cingkareng.Rian berada di barisan paling depan dengan diikuti oleh Eka,Ikhmal,Ahmad dan Firman dibarisan paling belakang.”Aku takut,ka” Ucap Ikhmal pada Eka yang berada didepannya.”Sssttt… Jangan seperti itu.Nanti malah keluar” Sahut Eka dengan sedikit menengok kebelakang.Namun,tiba tiba.”Lariii…!!!” Teriak Firman dengan mendorong teman temannya yang berada dibarisan depan.Otomatis teman temannya jatuh tersungkur.”Hahahaha.!!” Tawa Firman cekikikan ketika melihat teman temannya jatuh tersungkur dan saling bertumpuk.”Sialan kau..!!” Umpat Eka dengan mengejar Firman yang malah lari menuju ke dalam area kuburan  Cingkareng.”Hei.! Jangan lari ke dalam..!!” Teriak Ikhmal ketika menyadari kedua temannya itu berlari menuju ke dalam kuburan.”Bagaimana ini ?” Tanya Ikhmal panik.”Ayo kejar mereka” Ucap Rian lalu berlari mengejar Eka dan Firman berlari ke dalam area kuburan.”Mau apa lagi ?” Tanya Ahmad dengan mengangkat pundaknya lalu segera menyusul Rian diikuti oleh Badrul.”Hei…!! Jangan tinggalkan aku bocah.!” Teriak Ikhmal lalu segera berlari menyusul teman temannya.
“Kenapa kalian berhenti ?” Tanya Ikhmal ketika melihat ke lima temannya berhenti berlari didekat kuburan belanda.”Ssstt.. Lihat itu,dia adalah pocong yang aneh.” Bisik Badrul pada Ikhmal.”He ?? I… Itu Po…Pocong…!!” Teriak Ikhmal ketakutan.”Ssstttt… Diam,lihat itu.Mana mungkin pocong punya kaki ?” Tanya Eka dengan menahan Ikhmal yang akan berlari pergi.”He ?? Pocong punya kaki ?” Tanya Ikhmal kebingungan.Dengan segera ia melihat pocong yang dilihat oleh teman temannya itu.
“Baiklah,kita tangkap pocong jadi jadian itu” Usul Firman.”Bagaimana caranya ??” Tanya Rian.”Kita kan anak pramuka.Masa’ kita nggak bisa kayak beginian doang” Sahut Badrul santai.”Memang kau punya ide ?” Tanya Rian kepada Badrul.”Ini ?” Ucap Badrul dengan mengeluarkan bungkusan kecil dari dalam tasnya.”Apa itu ?” Tanya Rian lagi.”Ini kain,yang tadinya akan aku jadikan mitela.Tapi sepertinya itu untuk nanti saja.Ada juga tali penyelamat” Jawab Badrul dengan tersenyum.”Akkhhh…!!! Kau pintar.” Ucap Ikhmal dengan menepuk pundak  Badrul.”Kita pancing pocong jadi jadian itu untuk menuju ke perangkap kita.” Bisik Firman dengan tersenyum.”Bagaiman caranya ?” Tanya Rian.”Kau biasanya paling pintar Rian.Kenapa kali ini kau malah bertanya saja dari tadi ?” Tanya Ikhmal balik.”Kau tak takut lagi,mal ?” Tanya Ahmad.”Kenapa takut ? Toh hanya hantu jadi jadian yang membuat gempar desa kita” Jawab Ikhmal dengan tersenyum.”Terserah apa katamu.Apa rencananya ??” Tanya Firman pada Badrul.”Begini,ini kan ada kain putih.Nanti ada yang berperan menjadi hantu jadi jadian,disisi lain ada yang menunggu untuk menjembak dengan tali ini.” Ujar Badrul dengan menunjukkan beberapa benda yang ada didalam bungkusan tas kresek yang ia bawa.”Ayoo.. Kita lakukan” Ucap Ahmad dengan begitu riang.Memang bila urusan menjahili orang Ahmad lah yang paling bersemangat.Dan karena itu Ahmad lah yang bertugas untuk  menjadi hantu jadi jadian.Dan sisanya mengurusi hal lain.
Rencana pun dijalankan….
Rian terlihat berjalan mengitari kuburan Cingkareng bersama Ikhmal.Dan sesuai dugaan.Terlihat sesosok  putih  berada dibalik pohon.”Ri… Ka… Kau lihat itu ?” Tanya Ikhmal dengan ketakutan.”Haa…!!!” Teriak Rian ketakutan lalu berlari meninggalkan Ikhmal sendiri.”Hei,jangan tinggalkan aku sendiri” Teriak Ikhmal.Lalu terlihat bayangan putih itu mendekati Ikhmal yang tengah berdiri terpaku karena ketakutan.”Jangan..!!!” Ucap Ikhmal dengan menahan rasa takut.Pada saat berjarak beberapa meter dari tempat ikhmal berdiri dengan pocong tersebut.Ikhmal terlihat segera berlari dan menuju ke arah semak semak yang cukup lebat.”Aaaakkkhhh…!!!” Teriak Ikhmal.Tiba tiba,Ikhmal menghilang dari pandangan.Bayangan putih itu nampak begitu bingung dengan terus berputar.”Hiii….!!!” Tanpa diduga sesosok bayangan putih muncul mendadak tepat didepan pocong itu.Otomatis pocong itu segera berbalik arah dan tanpa sengaja ia tersungkur karena jebakan tali yang telah disiapkan oleh Badrul dan Eka.”Kita berhasil!!” Teriak Ikhmal yang muncul dari semak semak.”Hehehe,ayo kita buka rahasia yang selama ini membuat desa kita mencekam” Ujar Badrul dengan memegangi pocong itu.Pocong itu tampak lusuh karena kotor dengan tanah.Terlihat pada bagian bawah menonjol sepasang kaki manusia tanpa alas.”Dasar pocong jadi jadian…!!” Umpat Eka.”Ssttt… Ini dikuburan,Ka.Ngapain kamu selalu mengumpat segala kayak begitu ?” Bentak Firman.”Hehehhe,Aku minta maaf” Ucap Eka dengan tertawa ringan.
Pada saat pembongkaran kedok ”Pocong” yang selama ini menghantui Desa Dukuh.Ikhmal dan kawan kawan nampak begitu bersemangat.Awalnya dibuka tali yang mengikat di kepala.”Aku minta maaff..” Ucap Pocong itu.”Sepertinya aku kenal suara ini ?” Ucap Rian dengan mengingat ingat sesuatu.”Astaga,pak Ilhamm…!!!” Teriak Ikhmal tak percaya ketika penyamaran pocong itu terbongkar.”Pak Ilham ? Kenapa bapak lakukan ini ?” Tanya Badrul santai.”Kalian masih kecil.Mau tahu aja masalahku” Jawab Pak Ilham santai.”Tunggu,bukankah pak Ilham dan Cak Rohmat itu selalu berseteru atas urusan tanah warisan ?.Jadi dengan begini mungkin saja orang orang berpikiran bahwa tanah yang harusnya diwariskan ke Cak Rohmat itu angker.Dan tidak ada yang minat untuk membeli tanah itu. Otomatis tanah itu dapat dimiliki oleh Pak Ilham.”  Tanya Rian menduga - duga.  ”Ya,benar.Kenapa kagak kepikiran dari dulu ?” Tanya Ikhmal balik pada Rian.”Terus kita apain nih ?” Lanjut Ikhmal langsung ke inti.”Kita bawa saja ke Pak RT…!!!” Teriak Eka dengan semangat.”Kamu itu bodoh apa blo’on ??.Pak RT kita itu adalah Pak Ilham.” Ucap Firman dengan menepuk pundak  Eka.”Hehehehe.. Aku minta maaf lah” Ucap Eka dengan tertawa malu.”Kita bawa ke pak RW saja.” Ujar Rian dengan bijak.”Ayooo..!!!” Teriak mereka bersama sama.
Keesokan harinya…
Kejadian ”Pocong”  itu telah berakhir.Kini Desa Dukuh telah tenang seperti dahulu.Dan semua isu buruk tentang Cak Rohmat yang menjadi arwah gentayangan berakhir.Dan Pak Ilham yang dulunya menjadi seorang ketua RT,kini diturunkan jabatannya dan dijebloskan ke penjara atas pencemaran nama baik.



END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar