Desa Dukuh tengah gempar dengan isu pocong yang
menghantui desa.Setiap tengah malam pasti ada yang mengetuk pintu rumah warga
dan ketika dibuka tidak ada seseorang pun yang muncul.Ada kabar bila yang
mengetuk pintu warga itu adalah pocong yang tengah menghantui.”Itu adalah
pocong nya cak Rohmat,dia kan meninggal tak wajar” Ujar pak Ilham ketika tengah
ikut meronda.”Jangan seperti itu pak,meskipun begitu.Beliau sudah tenang di
alam sana.Mana mungkin ia muncul dan menghantui kita yang masih hidup.” Bantah
Pak Rohim dengan menepuk pundak pak
Ilham.”Tapi sudah ada bukti lho pak.Kata Pak Ma’ruf pocong itu muncul di area kuburan
Cingkareng dekat cak Rohmat dikuburkan.” Bantah Pak Ilham mempertahankan
pendapatnya.”Terserah pak Ilham saja.Kalau say amah belum percaya bila itu
adalah pocongnya cak Rohmat.” Sahut pak Rohim dengan duduk di sebuah kursi
panjang dekat pak Ilham duduk.”Terserah pak Rohim saja.” Ucap Pak Ilham dengan
menatap tak suka.Terlihat pak Rohim hanya tersenyum menanggapi tetangganya itu.
Keesokan harinya….
Terlihat Ikhmal berjalan menuju ke sekolahnya
bersama beberapa temannya,yaitu Rian,Firman,Eka,Ahmad,dan
Badrul.”Ri,tahu nggak katanya cak Rohmat itu adalah pocong yang selama ini
tengah menghantui desa kita.” Ucap Ikhmal dengan berjalan didekat Rian.”Ahh..
Itu hanya ilusi.” Jawab Rian santai.”Tapi benar juga,kemarin saat aku dan
Ayahku lewat kuburan Cingkareng ketika baru pulang dari kota.Aku melihat
sekelebat bayangan di bawah pohon ringin tengah kuburan Cingkareng.Bukannya itu
adalah tempat dimana cak Rohim dikuburkan ?” Sahut Badrul dengan mengingat
ingat kejadian semalam bersama Ayahnya.”Mungkin itu hanya ilusimu saja,drul”
Jawab Rian dengan santai.”Ah,kamu mesti kagak pernah percaya” Ucap Ikhmal
dengan merangkul Badrul.”Apa apaan sih .” Protes Badrul ketika Ikhmal
merangkulnya.”Hehehehe” Tawa Rian dengan cekikikan.
Saat pulang sekolah…
Ikhmal dan kawan kawannya pulang bersama
kembali.Hari ini mereka pulang telat karena ada kegiatan pramuka disekolah
mereka.”Ka,gimana nih.Ini udah mau maghrib.Kita kan pulang mesti lewat kuburan
Cingkareng.Kalau ketemu ama pocong gimana ?” Tanya Ikhmal dengan ketakutan
sendiri.”Percaya aja sama yang diatas.mal” Jawab Eka dengan menggandeng tangan
Ikhmal.Tangan Ikhmal terasa sangat dingin.”Kamu ketakutan toh mal ?” Tanya
Firman dengan menahan tawa.”Ishh… Apa apaan sih kau ?” Protes Ikhmal dengan
memegang erat lengan Eka.Terlihat Eka hanya menahan tawa melihat kelakuan
Ikhmal yang ketakutan.”Hei lihat kuburan Cingkareng sudah kelihatan” Ucap Ahmad dengan menunjuk
ke arah kegelapan dengan penerangan yang cukup remang remang.”Ishh… Jangan
lewat disitu.Kita putar balik saja.Lewat desa sebelah..!!” Ucap Ikhmal semakin
ketakutan dengan menarik Eka,Ahmad, dan Rian untuk putar balik.”Hei…!!
Ayolah,kita lewat sini saja.Jaraknya kan lebih dekat dengan desa kita.” Paksa
Rian dengan menarik kembali Ikhmal.”Ha….!!!” Teriak Ikhmal dengan
menangis.Namun,terlihat Rian dan kawan kawannya menarik paksa Ikhmal untuk
lewat ke kuburan CIngkareng.”Aku takut..!!” Teriak Ikhmal dengan menangis
semakin menjadi jadi.”Ayo,tidak ada apa apa.” Ucap Ahmad dengan berusaha menarik lengan
Ikhmal.“Oh tidak jangan paksa aku…!!” Ucap Ikhmal lagi mencoba untuk
mengelak.Tapi percuma saja,kekuatannnya kalah dengan kelima orang temannya.
Saat melewati kuburan CIngkareng,suasana terasa
sangat sepi.Suara jangkrik sama sekali tidak terdengar.Pandangan Badrul tiba
tiba menuju ke arah pohon beringin.”Ada pocong…!!!” Teriak Badrul lalu berlari
sekencang kencangnya diikuti oleh Rian,Ahmad,dan Firman.Sementara Eka yang juga
berusaha lari malah ditahan oleh Ikhmal yang ketakutan.”Hei…!! Ayo lari…!!”
Bentak Eka mencoba menyadarkan Ikhmal yang ketakutan.”Aaaa…..!!!!” Teriak
Ikhmal dengan berlari meninggalkan Eka.”Hei…!! Kau benar benar sialan..” Umpat
Eka ketika Ikhmal meninggalkan dirinya.Dengan segera Eka menyusul Ikhmal lari.
Keesokan harinya…
Ketika pulang sekolah.Hari ini Ikhmal dan kawan
kawan pulang terlambat lagi.Mereka bahkan pulang lebih malam daripada yang
kemarin.Mereka terlihat berjalan berbaris ketika melintasi kuburan
Cingkareng.Rian berada di barisan paling depan dengan diikuti oleh
Eka,Ikhmal,Ahmad dan Firman dibarisan paling belakang.”Aku takut,ka” Ucap
Ikhmal pada Eka yang berada didepannya.”Sssttt… Jangan seperti itu.Nanti malah
keluar” Sahut Eka dengan sedikit menengok kebelakang.Namun,tiba
tiba.”Lariii…!!!” Teriak Firman dengan mendorong teman temannya yang berada
dibarisan depan.Otomatis teman temannya jatuh tersungkur.”Hahahaha.!!” Tawa
Firman cekikikan ketika melihat teman temannya jatuh tersungkur dan saling
bertumpuk.”Sialan kau..!!” Umpat Eka dengan mengejar Firman yang malah lari
menuju ke dalam area kuburan Cingkareng.”Hei.!
Jangan lari ke dalam..!!” Teriak Ikhmal ketika menyadari kedua temannya itu
berlari menuju ke dalam kuburan.”Bagaimana ini ?” Tanya Ikhmal panik.”Ayo kejar
mereka” Ucap Rian lalu berlari mengejar Eka dan Firman berlari ke dalam area
kuburan.”Mau apa lagi ?” Tanya Ahmad dengan mengangkat pundaknya lalu segera
menyusul Rian diikuti oleh Badrul.”Hei…!! Jangan tinggalkan aku bocah.!” Teriak
Ikhmal lalu segera berlari menyusul teman temannya.
“Kenapa kalian berhenti ?” Tanya Ikhmal ketika
melihat ke lima temannya berhenti berlari didekat kuburan belanda.”Ssstt..
Lihat itu,dia adalah pocong yang aneh.” Bisik Badrul pada Ikhmal.”He ?? I… Itu
Po…Pocong…!!” Teriak Ikhmal ketakutan.”Ssstttt… Diam,lihat itu.Mana mungkin
pocong punya kaki ?” Tanya Eka dengan menahan Ikhmal yang akan berlari
pergi.”He ?? Pocong punya kaki ?” Tanya Ikhmal kebingungan.Dengan segera ia
melihat pocong yang dilihat oleh teman temannya itu.
“Baiklah,kita tangkap pocong jadi jadian itu” Usul
Firman.”Bagaimana caranya ??” Tanya Rian.”Kita kan anak pramuka.Masa’ kita
nggak bisa kayak beginian doang” Sahut Badrul santai.”Memang kau punya ide ?”
Tanya Rian kepada Badrul.”Ini ?” Ucap Badrul dengan mengeluarkan bungkusan
kecil dari dalam tasnya.”Apa itu ?” Tanya Rian lagi.”Ini kain,yang tadinya akan
aku jadikan mitela.Tapi sepertinya itu untuk nanti saja.Ada juga tali
penyelamat” Jawab Badrul dengan tersenyum.”Akkhhh…!!! Kau pintar.” Ucap Ikhmal
dengan menepuk pundak Badrul.”Kita
pancing pocong jadi jadian itu untuk menuju ke perangkap kita.” Bisik Firman
dengan tersenyum.”Bagaiman caranya ?” Tanya Rian.”Kau biasanya paling pintar
Rian.Kenapa kali ini kau malah bertanya saja dari tadi ?” Tanya Ikhmal
balik.”Kau tak takut lagi,mal ?” Tanya Ahmad.”Kenapa takut ? Toh hanya hantu
jadi jadian yang membuat gempar desa kita” Jawab Ikhmal dengan
tersenyum.”Terserah apa katamu.Apa rencananya ??” Tanya Firman pada Badrul.”Begini,ini
kan ada kain putih.Nanti ada yang berperan menjadi hantu jadi jadian,disisi
lain ada yang menunggu untuk menjembak dengan tali ini.” Ujar Badrul dengan
menunjukkan beberapa benda yang ada didalam bungkusan tas kresek yang ia
bawa.”Ayoo.. Kita lakukan” Ucap Ahmad dengan begitu riang.Memang bila urusan
menjahili orang Ahmad lah yang paling bersemangat.Dan karena itu Ahmad lah yang
bertugas untuk menjadi hantu jadi
jadian.Dan sisanya mengurusi hal lain.
Rencana pun dijalankan….
Rian terlihat berjalan mengitari kuburan Cingkareng
bersama Ikhmal.Dan sesuai dugaan.Terlihat sesosok putih
berada dibalik pohon.”Ri… Ka… Kau lihat itu ?” Tanya Ikhmal dengan
ketakutan.”Haa…!!!” Teriak Rian ketakutan lalu berlari meninggalkan Ikhmal
sendiri.”Hei,jangan tinggalkan aku sendiri” Teriak Ikhmal.Lalu terlihat
bayangan putih itu mendekati Ikhmal yang tengah berdiri terpaku karena
ketakutan.”Jangan..!!!” Ucap Ikhmal dengan menahan rasa takut.Pada saat
berjarak beberapa meter dari tempat ikhmal berdiri dengan pocong
tersebut.Ikhmal terlihat segera berlari dan menuju ke arah semak semak yang
cukup lebat.”Aaaakkkhhh…!!!” Teriak Ikhmal.Tiba tiba,Ikhmal menghilang dari
pandangan.Bayangan putih itu nampak begitu bingung dengan terus berputar.”Hiii….!!!”
Tanpa diduga sesosok bayangan putih muncul mendadak tepat didepan pocong itu.Otomatis
pocong itu segera berbalik arah dan tanpa sengaja ia tersungkur karena jebakan
tali yang telah disiapkan oleh Badrul dan Eka.”Kita berhasil!!” Teriak Ikhmal
yang muncul dari semak semak.”Hehehe,ayo kita buka rahasia yang selama ini
membuat desa kita mencekam” Ujar Badrul dengan memegangi pocong itu.Pocong itu
tampak lusuh karena kotor dengan tanah.Terlihat pada bagian bawah menonjol
sepasang kaki manusia tanpa alas.”Dasar pocong jadi jadian…!!” Umpat
Eka.”Ssttt… Ini dikuburan,Ka.Ngapain kamu selalu mengumpat segala kayak begitu
?” Bentak Firman.”Hehehhe,Aku minta maaf” Ucap Eka dengan tertawa ringan.
Pada saat pembongkaran kedok ”Pocong” yang selama
ini menghantui Desa Dukuh.Ikhmal dan kawan kawan nampak begitu
bersemangat.Awalnya dibuka tali yang mengikat di kepala.”Aku minta maaff..”
Ucap Pocong itu.”Sepertinya aku kenal suara ini ?” Ucap Rian dengan mengingat
ingat sesuatu.”Astaga,pak Ilhamm…!!!” Teriak Ikhmal tak percaya ketika penyamaran
pocong itu terbongkar.”Pak Ilham ? Kenapa bapak lakukan ini ?” Tanya Badrul
santai.”Kalian masih kecil.Mau tahu aja masalahku” Jawab Pak Ilham
santai.”Tunggu,bukankah pak Ilham dan Cak Rohmat itu selalu berseteru atas
urusan tanah warisan ?.Jadi dengan begini mungkin saja orang orang berpikiran
bahwa tanah yang harusnya diwariskan ke Cak Rohmat itu angker.Dan tidak ada
yang minat untuk membeli tanah itu. Otomatis tanah itu dapat dimiliki oleh Pak
Ilham.” Tanya Rian menduga - duga. ”Ya,benar.Kenapa kagak kepikiran dari dulu ?”
Tanya Ikhmal balik pada Rian.”Terus kita apain nih ?” Lanjut Ikhmal langsung ke
inti.”Kita bawa saja ke Pak RT…!!!” Teriak Eka dengan semangat.”Kamu itu bodoh
apa blo’on ??.Pak RT kita itu adalah Pak Ilham.” Ucap Firman dengan menepuk
pundak Eka.”Hehehehe.. Aku minta maaf
lah” Ucap Eka dengan tertawa malu.”Kita bawa ke pak RW saja.” Ujar Rian dengan
bijak.”Ayooo..!!!” Teriak mereka bersama sama.
Keesokan harinya…
Kejadian ”Pocong”
itu telah berakhir.Kini Desa Dukuh telah tenang seperti dahulu.Dan semua
isu buruk tentang Cak Rohmat yang menjadi arwah gentayangan berakhir.Dan Pak
Ilham yang dulunya menjadi seorang ketua RT,kini diturunkan jabatannya dan
dijebloskan ke penjara atas pencemaran nama baik.
END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar